Kamis, 27 Mei 2010

Raih Sertifikat ISO 9001:2008


PT Asuransi Takaful Umum (Takaful Umum) meraih sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dari SGS Indonesia.

Sertifikat diserahkan Auditor PT SGS Indonesia, Ir.Rizaldi Djamil MM., CAAE., kepada Direktur Utama PT Asuransi Takaful Umum, Dadang Sukresna pada Rabu (12/5) di Jakarta, disaksikan Direktur Utama PT Asuransi Takaful Keluarga (Takaful Keluarga), Agus Edi Sumanto dan direksi.

Dengan ISO 9001:2008, Takaful Umum telah memperbaharui standar internasional untuk sistem mutu dengan kualitas ISO 9001:2008 yang menetapkan persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian terhadap sistem manajemen mutu, sehingga kualitas produknya terjamin sesuai standar internasional.

Takaful Keluarga Luncurkan Produk Takafullink Salam


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--PT Asuransi Takaful Keluarga meluncurkan kembali sebuah produk unit link terbaru, Takafulink Salam. Produk itu adalah investasi dengan jenis investasi campuran yang memberikan manfaat perlindungan secara menyeluruh.

Takafulink Salam merupakan produk inovasi hasil pengembangan dari Takafulink dan Takafulink Alia yang sempat sukses di awal peluncurannya tahun 2005. Menurut Agus Edi Sumanto, Direktur Utama PT Asuransi Takaful Keluarga, dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (11/5), produk Takafulink dan Takafulink Alia yang ada saat ini dirasakan semakin mapan sehingga memungkinkan untuk dilakukan pengembangan-pengembangan.

Tujuan pengembangan, kata Agus, untuk memberikan manfaat “lebih” kepada peserta sekaligus untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan sebuah produk asuransi sekaligus berinvestasi yang dapat memberikan manfaat perlindungan kepada pesertanya pada masa pensiun.

Produk Takafulink Salam ini menawarkan beberapa pilihan investasi. Takaful Istiqomah, Mizan dan Ahsan. Dua pilihan investasi pertama ini masing-masing akan menempatkan dana nasabah pada pasar uang syariah, instrumen pendapatan tetap berbasis syariah, serta pada instrumen saham syariah. Sedangkan pilihan terakhir, Takaful Ahsan akan menempatkan dana peserta pada instrumen saham syariah dan/ atau pasar uang syariah.

Berbeda dengan produk link sebelumnya, Takafulink Salam tidak hanya menawarkan manfaat investasi dan program asuransi kecelakaan diri semata. Lebih dari itu, Takafulink Salam juga memberikan manfaat perlindungan terhadap Penyakit Kritis (Critical Illness/ Dread Diseases), Kehilangan Fungsi Anggota Tubuh (Total Permanent Disability), serta Cash Plan.

Ketiga hal inilah yang dipastikan dapat menggerogoti tabungan dan investasi yang dimiliki seseorang, mengingat sebagian besar perusahaan asuransi tidak memberikan perlindungan untuk itu. “Takaful Salam dalam hal ini akan menjawab masalah itu dan sekaligus akan menjawab impian seseorang untuk menikmati hari tua dengan tenang dan bahagia,” kata Agus Edi.

Selain itu, peserta dapat sekaligus beramal lewat perhitungan zakat yang disesuaikan dengan perhitungan zakat maal peserta. Ditambahkannya, untuk menjaga keamanan dana investasi dan konsistensi di bisnis syariah, Takaful menggunakan dua filter, yakni regulasi Kementrian Keuangan (secara umum) dan ketentuan Dewan Pengawas Syariah (secara syar’i). Dengan dua filter tersebut, kekhawatiran masyarakat mengenai keamanan dana maupun kemurnian syariah dapat terjaga. Tidak salah kalau produk ini menjadi salah satu alternatif pilihan bagi nasabah dalam berinvestasi.

Agus Edi sendiri optimis melalui produk baru Takafulink Salam, Takaful Indonesia akan mengulang sukses produksi Takafulink Alia di tahun 2006. Seiring dengan pertumbuhan kinerja unit link di awal tahun 2010 yang perlahan semakin bertumbuh pasca krisis ekonomi yang terjadi pada akhir tahun 2008, Takaful Indonesia menargetkan angka 70 miliar untuk produksi Takafulink Salam sampai akhir tahun 2010.

Minggu, 02 Mei 2010

Konsep Ekonomi Syariah Lebih Tahan Krisis

Konsep ekonomi berbasis syariah dinilai lebih tahan terhadap goncangan krisis global yang terjadi secara mendunia. Karena goncangan krisis ekonomi global terjadi akibat fundamental ekonomi yang dimiliki banyak negara tidak kuat.
Fundamental ekonomi berbasis syariah dinilai lebih kuat karena memiliki system yang bersumber dari imperatife wahyu Allah SWT untuk kesejahteraan umat manusia. ''Krisis ekonomi global terjadi karena fundamental ekonomi di banyak negara kurang kuat, sehingga sekarang ini konsep ekonomi berbasis syariah menjadi alternatif solusi yang dilirik banyak Negara,'' kata Dr H Suherman Rosyidi, Direktur Program Magester Manajemen Unair (universita Airlangga) Surabaya saat menjadi narasumber seminar yang digelar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Mojokerto, di Mojokerto.
Suherman yang membawa materi berjudul Solusi Ekonomi Islam itu, mengungkap sejarah krisis ekonomi dunia yang terjadi mulai tahun 1929 hingga 2007. ''Inflasi yang tidak terkawal, defisit neraca pembayaran yang besar, kadar penukaran mata uang yang tidak seimbang, beban utang luar negeri yang terus membengkak, serta tingkat suku bunga yang tidak realistis merupakan gejala yang sama pada saat krisis ekonomi dunia terjadi,'' jelas pria yang juga Ketua MES Jatim ini.
Agar fundamental ekonomi kuat, ekonom kelahiran Madiun ini menawarkan konsep ekonomi syariah dengan berbagai langkah. Di antaranya lenyapkan sistem bunga di perbankan, kerahkan system zakat, batasi SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dan SBIS (Sertifikat Bank Indonesia Syariah), serta aktifkan lembaga Hisbah. ''Kalau semua itu dapat diterapkan, insya Allah fundamental ekonomi negara kita kuat terhadap goncangan krisis ekonomi global dalam bentuk apapun,'' kata dosen luar biasa di IIUM Kuala Lumpur pada Tahun 2007 ini.

Republika Online>>Berita>> Syariah. Senin, 26 April 2010, 10:18 WIB,